"Sayang, ponsel kamu bunyi," seru Asgaf dari ruang televisi yang sedang menonton bersama Caca karena gadis kecilnya itu meminta untuk di temani oleh sang ayah. Nafla berlari kecil menuju ruang keluarga dari dapur sambil membawa cemilan untuk suami dan anaknya. Meletakkan nampan di atas meja sambil meraih ponselnya. Dahinya seketika berkerut melihat sang ibu yang meneleponnya di jam seperti ini. Ia memilih untuk kembali ke dapur lalu mengangkat teleponnya. "Halo, Ma," "Sayang," suara serak Sandra membuat Nafla merasa cemas. "Mama nangis?" sela Nafla cepat. "Nafla kesana sekarang ya, Ma?" "Sayang, nggak perlu... Mama baik-baik aj—" "Nggak, Ma. Aku tahu kalau Mama pasti lagi nggak baik-baik aja. Tunggu Nafla disitu pokoknya." Dan setelahnya, Nafla menutup ponselnya. Ia meraih jaket dan

