BAB 40. END

954 Kata

“Ini surat perceraian kita,” Rendra menatapnya datar sambil melihat seorang bayi yang tak lain adalah putra kandungnya sedang diberi ASI. “Aku akan tetap mengurus anak-anak kita sesuai perjanjian di awal.” Raya yang baru saja turun dari tangga melihat ayah dan ibunya hendak bercerai merasa sakit yang amat dalam. Inikah yang Nafla rasakan selama ini? Beginikah kedua orang tuanya? Matanya yang nanar mencoba memanggil Rendra dengan sebutan, “Papa”. Rendra menoleh, menatap Raya seksama. “Maafkan Papa, Raya,” gumam Rendra sebelum keluar dari rumah yang dibelinya untuk tempat tinggal Raya dan Ibunya. Ia akan tetap menafkahi Raya dan putranya tapi tidak lagi berurusan dengan Widia karena Rendra akan menanggung semua akibatnya sendirian. Raya berusaha mengejar Rendra, namun sayang mobil Rendra

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN