27. Planning

1903 Kata

Kedua bola mata Lizzy memaku ke atas meja kayu yang di atasnya baru saja diletakkan secangkir teh herbal, sementara kedua tangannya menggenggam erat di atas kedua pahanya. Ia duduk di atas kursi bulat yang juga terbuat dari kayu, dengan punggung tegap dan tubuh kaku. Mungkin terlampau khawatir jika harapannya datang ke rumah Windy tak sesuai yang dia dambakan. "Kau datang ke sini, apa mungkin ada yang ingin kau inginkan dariku?" Lizzy segera menatap lurus perempuan di hadapannya dengan sangat serius, sekaligus terkejut karena Windy tak berbasa-basi sama sekali. "Aku ... ingin meminta tolong. Apa Nona Springfield bisa menolongku?" tanya Lizzy pada akhirnya. Ia membuang sebagian ketakutannya serta kekhawatirannya supaya bisa berbicara lebih santai dengan Windy. "Katakan dulu apa permintaa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN