Siap Bertemu, Tapi Bukan Memaafkan

1138 Kata

==Malam itu menjadi kabur. Sebuah lorong gelap yang tak ingin ia lewati kembali. Yang ia ingat hanyalah desakan tubuh tua itu, aroma parfum mahal yang menusuk, dan rasa kotor yang melekat di kulit== *** Satu hal. Kuhormati kejujuran Selvi. Ia tak menyembunyikan apapun, bahkan sisi tergelap dalam hidupnya, ia ceritakan juga. “Minumlah dulu, Selvi… aku masih harus mendengar ceritamu,” ucapku sambil menggeser gelas air mineral. Selvi meminumnya. Sepintas kulihat Tara duduk dengan wajah penuh luka. Wajar. Dan aku pun mengagumi kesabaran Tara. Aku yakin, ia sudah mendengar cerita Selvi sebelumnya. Sebelum Selvi menceritakan kepadaku. “Saya akan melanjutkan ceritanya…” demikian kata Selvi. Aku diam. Memberi kesempatan Selvi mengungkap semuanya. Begini Cerita Selvi Selanjutnya: Hubungan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN