Hasrat Yang Menggila

2390 Kata

DARI hotel tempat Nia menginap, tiba-tiba aku berubah pikiran. Aku merasa tidak perlu ke rumah sakit, karena Kristianto pasti menemani Randi dan akan mengurusi segala keperluan Randi. Aku memilih untuk Kembali ke apartemen. Dan tentu saja aku langsung menuju lantai 19, dan melangkah ke depan pintu unit Kristianto. Aku belum puas menumpahkan kerinduanku kepada Rida. Di depan pintu, aku memijit bel. Tapi tidak ada respon. Berkali-kali, bel kamar unitnya dipijit, tidak ada yang kuharapkan membuka pintu. Aku mencoba menelepon Rida. Tapi nomornya tidak aktif. Akhirnya aku terpaksa menelepon Kristianto. “Bagaimana kondisi Randi?” Tanyaku melalui sambungan telepon. “Hahaha… kau mau menanyakan kondisi Randi atau mau tahu istriku dimana?” Randi balik bertanya. “Keduanya,” jawabku. “Randi cuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN