" Tega ya loe Riss sama gue... " ucap Zara ketika ia berpapasan dengan Marissa di kampus. Marissa bingung dan tidak mengetahui alasan Zara berkata demikian padanya. " Kenapa, Zar? Aku ada salah?" tanya Marissa heran dengan wajah marah dari sahabatnya itu. " Masih nanya? Kenapa? Papa nggak sempat ngasih tahu? Aku udah tahu semuanya Riss. Tega kamu ya sama aku! Dia papa aku Ris, emang nggak ada orang lain apa?" " Dengerin aku dulu..." bujuk Marissa karena kini mereka nampak menjadi pusat perhatian. " Nggak perlu! Aku tahu kamu butuh biaya untuk keluarga kamu, aku ngerti. Dan aku siap bantu kamu berapapun dan kapanpun. Tapi kenapa sih mesti ke papa?! Nggak ada laki-laki lain apa?" " Zara, please kita ngomong baik-baik" " Nggak ada yang mau aku dengerin dari kamu. Selama ini aku selalu n

