Marissa dengan terburu-buru membersihkan bekas makanan mereka lalu mencari tempat sampah terdekat untuk membuangnya. Christian sengaja berjalan dengan lambat dan berpura-pura meninggalkan Marissa yang ia yakini pasti akan mengejarnya. Ia kini memang telah yakin Marissa mencintainya, hanya saja jika itu menyangkut pria lain yang mendekati sang kekasih, keyakinannya akan buyar seketika dan berubah menjadi kecemburuan tanpa alasan. Christian lalu tersenyum ketika ia mendengar langkah kaki Marissa yang sedikit berlari untuk mengejarnya dan langsung menarik tangannya untuk ia rangkulkan ke pundaknya sendiri sementara kedua tangan lentiknya memeluk pinggang Christian dengan erat dari sisi kirinya. " Maafin aku..." ucap Marissa dengan manja dan makin mengeratkan pelukannya. " Iya sayang..." b

