Pintu ruangan kerja Christian diketuk oleh sekertaris wanita yang sepertinya bukan lah wanita yang Marissa lihat saat terakhir kali ia mendatangi Christian untuk menjauhi Yana. Marissa diminta menunggu sebentar saat sang sekertaris berkacamata dan nampak sangat profesional itu meminta persetujuan sang atasan apakah mau menerima kedatangan gadis muda tersebut. " Maaf sudah membuat menunggu . Ditunggu sama pak Christian di ruangannya. Mari saya antarkan" ucapnya sopan dan ramah. " Terima kasih." Mereka lalu berjalan beriringan menuju ruang kerja Christian yang tak jauh dari tempat Marissa duduk tadi. TOK TOK Wanita tersebut lalu membuka pintunya dan mempersilahkan Marissa masuk dengan tersenyum. " Pak, ini tamunya. Sekedar mengingatkan bapak, ada meeting tiga puluh menit lagi dengan

