Mia merutuki kebodohannya selama ini yang mengira Christian menyukainya lebih dari seorang pemuas nafsu. " Apa yang kamu harapin Mia?" Mia lalu memeluk kedua lututnya dan menahan air mata yang sudah sangat sesak di pelupuk matanya. Mencoba menguatkan diri bahwa ia tidak mengharapkan Christian. Namun pertahanannya bobol begitu saja ketika ponselnya bergetar dan nama Christian muncul disitu. Tiga kali Christian meneleponnya namun ia sama sekali tidak ingin bicara dengannya. Ia lalu teringat perkataan Christian yang mengatakan bahwa ia telah membeli keperluan dirinya hingga membuat ia merasa Mia tidak perlu lagi menuntut hal apapun darinya. Ia lalu mengumpulkan barang yang telah ia beli bersama Angel tempo hari. Mengumpulkannya dalam beberapa paperbag berukuran sedang sambil mengusap air

