Aku menindih Nora dengan posisi kami yang tidak biasa. "Lepaskan aku bodoh!" Nora memakiku, berharap aku tidak melakukan apa pun padanya. Tapi, aku bisa apa? Barusan dia menggodaku dan aku tida bisa menahan diri lagi. "Arata Kenichi -san! Lepaskan aku!" "Kau bilang menyukaiku, bukan?" "Ha?! Kapan aku mengatakannya?! Mimpimu benar-benar tidak lucu!" Nora terus memaki, membentak dan berusaha memukul, tak jarang kakinya berontak ingin menendang selangkanganku. Sungguh, bocah ini benar-benar seperti barbarian. "Berhenti berontak atau aku akan berbuat kasar." "Ha?! Kasar pantatmu! Lepaskan aku!" Kuhentikan suara Nora dengan menahan tangannya, menguncinya dan membuka kakinya menggunakan kakiku. Bukan Nora kalau anak itu sama sekali tidak berontak. Anak itu terus berusaha menendangku, dan

