"Kalian mencegahku. Harusnya aku tadi sudah menembak atau mencekik Daniel dan menewaskannya!" Verrena bersungut kesal. Ia melepaskan topengnya, mencampakkan ke bak sampah kecil di mobil. Roger tak menampik, ia hanya fokus ke jalan di mana ia melewati gang demi gang, belum juga menemukan jalan raya. "Tentu saja kami akan mencegahmu! Kau sudah bosan menggunakan otak nanomili-mu, ya?! Kau harus berhenti!" sambar Claude dengan wajah memerah, turut emosi karena tindakan Verrena yang sudah berkali-kali mengancam keselamatan mereka. Ia sendiri tak mengerti, mengapa Verrena menjadi hilang arah dan pendek akal seperti ini? Claude sudah tak habis pikir. "Aku tak mau berhenti, berengsek! Kau tak tahu bagaimana rasanya keluargamu dibuat semengenaskan yang kurasa!" "Verrena, Kalau kau tak berhenti j

