Saat pertama mereka tiba di markas mereka, Roger lah yang pertama membuka pintu dan masuk. Mendapati debu-debu tipis menyelimuti benda yang ada di sana. Verrena terakhir ke ruangan karena memeriksa senapannya, menilik arah depan, mengalihkan moncongnya ke jendela satu ke jendela yang lain. "Hei, Verrena. Kau tak berniat membunuhku, kan?" Claude mengomel saat Verrena belum juga menurunkan senapannya sedari ia pertama masuk tadi dan sekarang mengarahkan ke Claude. “Almost," jawabnya dengan setengah bercanda-setengah serius. "Kau menakutkan!" "Sebentar lagi informan yang lain akan menyusul." Baru Roger berkata, ada seseorang masuk begitu saja membuka pintu dan mengangkat tangan. "Hai." Seorang lelaki dengan rambut pirangnya yang klimis baru mengangkat tangan tadi menyapa mereka berempat.

