Pov Raka "Alah....! jangan bohong deh, aku sudah tahu akal bulusmu." "Sudahlah Devin, aku capek aku mau masuk ke kelas..." ujarku sambil melangkahkan kaki kembali, namun dengan segera Devina menghalangi langkah itu dengan menarik tanganku. "Bentar tunggu dulu, kamu belum jawab pertanyaanku. kamu ngapain tinggal di taman, masa iya ada orang yang mau panas-panasan di tengah teriknya matahari. Kalau tidak ada sesuatu yang dia kejar. Ayo ngaku, cewek mana yang sedang kamu incar." "Maksudnya bagaimana sih?" "Malah balik bertanya lagi, Kamu ngapain di taman. Apa susahnya sih tinggal jawab?" "Aku menenangkan pikiran." "Ya ampun Raka, Raka. Kenapa kamu menenangkan pikiran hanya dengan duduk di taman, kamu tuh punya pacar. kenapa kamu nggak curhat sama aku saja, Emang sekarang kamu sedang me

