Pov Raka Keesokan paginya, seperti biasa rutinitas keluargaku yaitu sarapan bersama, karena hanya waktu itu kita bisa berkumpul sebelum melakukan aktivitas masing masing. Selain waktu sarapan Kita Tidak punya waktu berkumpul seinten ini, karena aku biasanya disibukkan dengan tulisanku, Begitu juga dengan Mbak Vira yang disibukkan dengan bertelepon dengan Mas Akbar, kalau bapak dan ibu mereka memang sering menikmati waktu istirahat dengan bercengkrama. tapi aku dan Mbak Vira tidak terlalu tertarik untuk mendengarkan obrolan mereka, sehingga waktu pagilah waktu kita duduk bersama saling menanyakan kabar. "Nelepon lagi nggak Mbak?" Tanyaku setelah memasukkan sendok ke dalam mulut. "Maksudnya?" jawab Mbak Vira sambil mendelik, dahinya terlihat berkerut. "Si Devina nelepon lagi nggak, ups.

