POV Raka Aku hanya mengantar pacarku dengan tatapan heran, sampai dia tidak terlihat tertelan oleh bangunan sekolah. setelah Devina tidak terlihat, aku menarik nafas dalam tidak mengerti dengan sikap makhluk yang bernama cewek itu. padahal aku sudah mengikuti kemauannya untuk meminta maaf, tapi bukannya dimaafkan malah menggerutu dan marah. "Woi ngelamun aja, nanti kesambet loh.....!" ujar Tio yang baru datang menghampiri. "Eh Tio, baru datang yo?" jawabku sambil mengulurkan tangan untuk mengajak dia bersalaman. "Yah baru sampai, pacar lo Mana? biasanya Lu selalu datang barang Devina?" tanya Tio sambil celingukkan "Ah Apaan sih lu enggak jelas banget...! Ayo masuk ke kelas," ajakku sambil berjalan mendahului. Akhirnya kita berdua pun berjalan bersama menuju ke kelas untuk memulai pel

