Setelah kepergian Senja dari ruangannya, Arga pun mendudukan dirinya di atas sofa ruangannya, dengan memejamkan kedua matanya yang merada bodoh dengan tingkahnya tadi. Karena sudah menanyakan hal yang memang tidak seharusnya dia tanyakan kepada Senja. "Bodoh! Kenapa juga gue harus menanyakan hal itu sama Senja, argh!" Gerutu Arga di dalam ruangannya. Masih dengan mata terpejam dan juga helaan nafas yang dia hembuskan. "Iya, emang lo bodoh, Ga, bodoh banget kalau sampai gak bisa jatuh cinta sama Senja. Wanita cantik, rajin, cerdas, pekerja keras!" Ucap tiba tiba David yang ntah sejak kapan sudah berada di ruangan Arga. Arga yang merasa kaget pun membuka kedua matanya seraya menegakkan posisinya yang tadi tengah menyender di sandaran sofa. "Dasar jelangkung si David!!" Kesal Arga, karena

