Senja baru saja tiba di kantor, dia di antarkan oleh Devan, karena memang kebetulan Devan sedang ada urusan di luar Rumah Sakit. Sehingga Dokter tampan itu bisa mengantarkan Amirah dan Senja sekalian. "Terimakasih, Dok, atas tumpangannya" ucap Senja seraya melepas safety beltnya. "Sama-sama!" Jawab Devan dengan senyuman menawannya. "Kalau begitu saya masuk dulu. Dokter Devan hati-hati menyetir mobilnya" pesan Senja dan di angguki kepala oleh Devan juga senyuman manisnya. Senja pun keluar dari mobil Devan dan segera memasuki gedung perkantoran dimana dia bekerja. Begitu Senja masuk ke dalam kantor, ada beberapa pasang mata yang memandangnya dengan wajah julid mereka, ada pula yang begitu ramah kepadanya. Tetapi Senja tidak memikirkan hal itu semua, dia terus bersikap masa bodo dengan or

