Cinta Yang Terpendam

1080 Kata

Mereka kini saling menatap. “Baiklah, good night,” ucap Elenio dan kemudian Alara mengangguk. Elenio berbalik pergi dan Alara menghelas napasnya. “Lihatlah, dia tidak tertarik padaku, padahal tadi dia melihatku sebentar memakai lingerie. Tapi dia sama sekali tak tergoda,” bisik Alara. Lalu Alara menutup jendela dan kemudian berjalan ke ranjang. Dia menarik selimut, namun tak bisa memejamkan matanya. “Huuufft … apa yang harus kulakukan. Aku sudah begitu nyaman tinggal di sini bersamanya. Aku tak mau pergi dari sini. Apakah aku terlalu lancang?” gumamnya. * * * Pagi itu, cahaya mentari menembus celah tirai kamar, menerangi setiap sudut ruangan dengan sinar keemasan yang lembut. Angin sepoi-sepoi dari jendela yang terbuka membawa aroma wangi bunga dari taman belakang mansion. A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN