Tak terasa, dua bulan telah berlalu sejak Alara resmi memasuki bangku perkuliahan. Segala kecemasan yang dulu menghantuinya perlahan menghilang. Kini, dia mulai menikmati ritme perkuliahan yang ternyata jauh lebih menyenangkan daripada yang dia bayangkan. Setiap pagi, dia bangun dengan semangat baru, menyiapkan buku dan perlengkapan kuliahnya dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya. Karena sering mendapat kuliah pagi, Alara jarang bertemu Elenio di pagi hari. Tapi dia selalu menyempatkan makan malam bersama Elenio agar mereka tak menjauh karena Alara masih berniat untuk menaklukkan Elenio. Dunia kampus yang semula terasa asing, kini menjadi tempat yang penuh warna bagi Alara. Banyak teman baru yang xia kenal, dan dengan kepribadiannya yang ramah, Alara dengan mudah menarik p

