22. Justice

1317 Kata

Prilly selesai mengobati luka-luka di wajah Ali. Namun ia tidak tega untuk membangunkan Ali yang masih terpejam. Terlebih wajah damai Ali yang sungguh tampan membuatnya ingin terus menatap Ali diam-diam. "Aku gak tau mencintai Kakak adalah hal yang benar atau salah." Prilly mulai berbicara dalam hati. Jari Prilly tergerak menyentuh pelan bulu mata lentik milik Ali. "Udah selesai?" Ali menyipitkan matanya dan tersenyum-senyum. "Sepertinya begitu." Prilly membereskan alat-alat obatnya dan ia rapihkan di tempatnya seperti semula. Prilly menyadari jika Ali belum bangkit dari baringnya. Ia malu terus ditatap Ali seperti itu. Belum lagi Ali yang masih terus menebar senyuman manisnya. "Kenapa sih Kakak senyum terus?" "Ini pertama kalinya gua terbangun dan hal pertama yang terlihat adalah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN