“Tidak, kamu kembali bekerja. Saya ada urusan sebentar,” seru Cakra yang meninggalkan wanita itu sendirian lagi. Sikapnya yang sering sekali membingungkan terkadang membuat Anastasya semakin ingin mengejar dan memilikinya. Seperti apapun perlakuannya, dia akan tetap berusaha sampai dapat. Tak peduli berapa banyak gonjang-ganjing diantara mereka nantinya, yang lebih penting untuknya adalah proses harus membuahkan hasil. Cakra sendiri yakin, wanita yang masih dia pikirkan hingga sampai saat ini, pasti menyusulnya ke Indonesia. Tahu dari mana pun itu, Cakra hanya ingin memastikan sendiri bahwa wanita itu benar-benar ada di negara yang sama. Sebelum dia memastikan, kembali menghubungi nomor lamanya. Ternyata benar, sudah tak aktif. Cakra mengemudi saja sampai tidak tahu batas, dia ingin sek

