Bab 91 - Akhirnya Bersatu

2124 Kata

“Hei, apa kamu udah lupa apa yang telah terjadi? Kenapa diam aja,” tanya Cindy lagi. Cakra hanya diam seperti patung, Leti sudah pergi karena telah mendapatkan izin untuk menyelidiki langsung ke tempat kejadian, Sesil tidak diperbolehkan untuk pergi ke mana-mana selain harus diam di rumah sakit dalam pantauan orang terdekat, agar tak terjadi sesuatu yang benar-benar tidak diinginkan. “Apa yang kamu katakan? Saya tidak mau membahasnya lagi, sudah lupakan.” “Kak ... aku nggak bermaksud seperti itu, aku minta maaf,” ucap Sesil. “Bisa tidak? Kalian lebih fokus saja pada kesembuhan saya, jangan ada lagi yang membahas kejadian itu, saya muak.” “Sayang, kamu baik-baik aja, kan? Kenapa bicara seperti itu, judes deh, aku nggak suka,” cetus Cindy, memberengut kesal. Cakra pun tak lama dari itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN