“Itu anak lama banget mandi nya, jadi khawatir banget deh.” Merasa khawatir pada Sesil yang entah kenapa begitu lama di dalam kamar mandi, membuat Leti bergegas masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, tak butuh waktu lama pintu nya terbuka dan apa yang saat ini tengah dilihat oleh Leti adalah kejadian yang sejak lama sudah dia lupakan dalam hidupnya. “Sil, apa yang kamu ....” “Aku nggak bisa, Kak. Aku nggak mau anak ini lahir ke dunia, dia akan menderita, tanpa seorang ayah dan tanpa kasih sayang kedua orang tuanya,” cecar Sesil. Leti membungkuk, “Jangan teruskan lagi, apa yang kamu lakukan nggak akan bisa membunuhnya, janin yang nggak bersalah tetap ada pada lindungan Allah, percaya deh ... percuma kamu lakukan itu,” tukas Leti. “Ini juga tetap nggak mempan, ya? Apa aku tusuk aja

