“Kamu berani menampar saya, hmm? Punya keberanian dari mana melakukannya, apa kamu tidak sadar akan kesalahan yang sudah kamu perbuat?!” “Oke, aku akui memang aku salah. Menduakan kamu dari belakang, bercinta dengan yang lain, sepuasnya aku lakukan selama ini, tanpa sepengetahuan kamu, terus aja salahkan aku!” “Apa kurangnya saya bagimu! Apa hanya karena tidak bisa ....” Zaki tak ingin mengatakannya, dia sangat benci jika sudah membahas hal ranjang. Alesya masih ingat dengan jelas bagaimana Zaki memperlakukannya kemarin saat di kantor, cara menolaknya saja tidak baik, bagaimana nanti selanjutnya jika mereka menikah? Tanpa sepengetahuan Zaki, sebenarnya Alesya pun lebih berhati-hati dalam memilih pasangan hidup yang akan dia jadikan pelabuhan terakhir. “Kenapa? Apa yang kamu pikirkan, h

