Pagi harinya, Naya tak bisa menahan dirinya lagi di dalam kamar, rasanya ingin sekali kembali merasakan udara luar, tanpa harus meminta izin kepada orang tuanya, dia pun sudah ke luar dari kamar menuju ke arah taman sekitar rumah. Menatap ke sekitar, Naya hanya bisa diam, tak bisa bersemangat seperti dulu lagi. Hidupnya kini telah hancur, dalam sekejap dia sudah kehilangan semua kebahagiaannya. “Aku harus apa? Kembali bekerja? Tapi, aku cukup malu untuk kembali bertugas, pasti semuanya udah tahu, apa yang selama ini udah aku alami.” Membayangkannya saja tidak mau, apalagi sampai berani memperlihatkan dirinya lagi pada semua orang, Naya tak ada harapan apapun lagi, semuanya terasa sangat menyakitkan baginya. “Kamu?” “Gimana? Sudah sehat, kan?” Sedari tadi memang melamun, tetapi bukan

