Bab 43 - Sosok Cakra

1728 Kata

“Loh? Itu suara apa?” Cindy dengan paniknya berlari lalu melihat langsung kedua laki-laki itu sudah babak belur, yang lebih parah pastinya Lenovo, karena Zaki sudah meluapkan emosi seluruhnya. Tanpa banyak basa-basi lagi, Cindy membawa kotak P3K, sekaligus membersihkan luka pada area wajahnya Zaki. “Kamu kenapa, Zaki? Apa yang udah kalian lakukan tadi? Kenapa jadi seperti ini? Ayo, sini aku bersihkan dulu darahnya, kalau nggak bisa infeksi.” Lenovo yang merasa diabaikan pun berusaha untuk berinisiatif sendiri, mencoba untuk menggoda bahkan tak sadar diri sama sekali, walaupun Zaki sudah memberikannya peringatan bahkan beberapa kali tonjokan, seorang Lenovo tak akan bisa goyah begitu saja. “Kenapa cuma dia saja yang kamu obati? Saya di sini juga sama-sama terluka loh, bahkan lebih parah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN