Kepergiannya, tentu saja membuat Alesya benar-benar merasa bersalah. Harus bisa mengakhiri semua kelakuannya selama masih berada di negara orang, jika tidak dia sendiri yang akan hidup dalam kekacauan, tidak merasa tenang ataupun nyaman setiap detiknya. Apalagi di saat orang yang benar-benar ingin mempercayainya, sudah mengetahui semua keburukan bahkan hal yang paling menjijikkan seperti itu. Alesya pun cukup sadar akan semua itu, segala yang telah terjadi dia tutupi sendiri. Entah itu sebuah sinyal ataupun kebetulan, Juna datang lagi dengan tingkahnya yang sangat manja. Bergelayut manja, bahkan membuat dadanya menjadi sesak karena pelukan dari laki-laki itu sangatlah menuntut. Sudah sangat mengerti apa yang ingin dia lakukan, membuatnya lebih dulu menghentikan langkahnya sebelum terjad

