Cakra berhasil menemukannya, kedua matanya tak sengaja melihat langsung seorang laki-laki asing akan mencium pundaknya Cindy dengan seenaknya. Tak tahu dia siapa, membuat Cakra menegurnya secara halus. “Ehemm, saya cari ke mana-mana tahu nya ada di sini,” ucap Cakra kemudian menepis tangan laki-laki itu dengan tatapan penuh amarah. Keduanya pun menatap Cakra, apalagi Cindy yang saat ini hanya diam saja, mungkin dia memang benar-benar tak tahu apa yang akan laki-laki itu lakukan kepadanya. Untung saja Cakra cepat mencegahnya, Lenovo yang sudah gagal, bangkit dari posisi duduk lalu basa-basi. “Cindy, saya pergi kalau gitu, tak akan ikut campur, jangan menangis lagi,” pamit Lenovo. “Terima kasih,” ucap Cindy pelan. Cakra sendiri masih menatap ke arah Lenovo, tatapan itu penuh arti, kedua

