“Aku sendiri sempat berpikir keras, kenapa bisa aku seperti ini sekarang padamu? Padahal ... dulu sama sekali nggak ada rasa menyukai.” Lenovo bersikap seperti anak kecil sekarang, dia merengek seperti bayi minta kelonin, “Kamu gitu, sih, bicaranya. Saya, kan, jadi sedih.” “Lah? Sadar umur hei, ha ha. Aku bercanda kok, bagaimana? Udah lebih tenang sekarang? Jujur, aku lebih suka kamu mengatakan 'aku' dibandingkan saya seperti tadi.” “Lebih suka yang seperti itu bukan? Akan ku turuti sekarang juga,” tanya Lenovo. Naya mengangguk, karena memang benar begitu adanya. Sudah seharusnya mereka lebih mengakrabkan diri masing-masing, dari mulai cara memanggil pun harus lebih akrab agar tak formal lagi. “Mandi dulu, karena hari ini ... kita sudah benar-benar siap harusnya. Mendatangi kedua oran

