“Apa? Kamu jangan aneh-aneh deh, apa coba yang selama ini sering aku lupakan. Lalu, sepenting apa sampai kamu menegurku?” tanya Cindy, yang ternyata tidak tahu apa-apa. Cakra mendekatkan mulutnya tepat pada telinga kanannya Cindy lalu membisikkan sesuatu, “Salat lima waktu, saya tahu kamu sering melupakannya.” “Jangan pernah menyangka orang b***t seperti saya tidak beribadah, baik buruknya manusia biar sang pencipta yang menilai, sedangkan ibadah, kan, wajib.” Cindy terperanjat melihat ekspresi Cakra yang saat ini mulai serius, biasanya pembahasan diantara mereka sering diiringi dengan canda, tetapi kali ini sangat berbeda, menandakan Cakra benar-benar tidak mau dibantah ucapannya. “Hmm? Kenapa diam? Awas kalau kamu alasannya datang bulan, itu basi, saya tahu ... kalaupun iya hanya sem

