“Baik, ayo kita pergi untuk bersenang-senang,” ucap Zaki pada akhirnya dia mengalah pada keegoisannya. Alesya pun tersenyum kembali, mencoba untuk tidak memperkeruh suasana dengan berbagai pertanyaan, dia mengikuti ke manapun Zaki akan membawanya hari ini, sebenarnya dia hanya membuat alasan seperti embel-embel makan siang, karena Alesya sudah memakan makanan yang sengaja dia bawa dari rumah. Di sepanjang perjalanan pun Zaki belum mengatakan apapun, dia hanya fokus mengemudi, tak ada pembicaraan saat di perjalanan tentunya membuat Alesya merasa jenuh. “Ada apa? Kenapa kamu gerasah-gerusuh seperti itu? Bosan, ya?” tanya Zaki. “Nggak, aku bukan bosan.” “Saya sengaja tidak memberitahu kamu perjalanan ini akan ke mana, seperti biasa ... kejutan.” “Kenapa harus kejutan? Ini, kan, hanya ma

