Bab 72 - Punya Luka Yang Sama

1012 Kata

Setelah menetapkan hatinya untuk mengiyakan permintaan Lenovo untuk meminangnya, Naya pun berangsur-angsur membaik keadaannya, dia tidak lagi merasakan stress ataupun depresi. Kali ini, dia lebih berani untuk mengambil keputusan secara langsung, oleh dirinya sendiri tanpa harus didorong orang lain. “Hei, kenapa? Mana Anne? Bukannya kalian tadi berbincang?” “Anne ke halaman depan, katanya mau ada yang dikerjakan, aku pun sempat tanya, eh ternyata lagi menyiram tanaman di sana.” Lenovo pun hanya ber-oh iya saja, dia kembali melanjutkan game pada laptop nya. Sedangkan saat ini, Naya sudah duduk di sebelahnya. “Aku ....” “Kenapa, Nay?” Tanpa menoleh. “Aku akan menjawabnya sekarang, kamu mau, kan, matikan dulu game nya, lalu dengarkan aku berbicara dulu,” titah Naya penuh harap. Tadinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN