Bab 71 - Tak Akan Goyah

1210 Kata

“Tamam, semoga.” Apa yang sudah mereka bicarakan sebelum aku datang, ya? Terlihat jelas raut wajah keduanya sumringah seperti itu. Aku harus bagaimana ini. “Naya? Namamu Naya, kan?” tanya Cagla. “Hmm, iya, Anne.” “Kenapa duduk seperti itu, tidak harus sesopan itu juga. Anggap saja, saya adalah Anne kamu juga mulai sekarang,” ucap Cagla yang masih memperlakukan Naya sangat baik. Naya sampai tersenyum kikuk, selain tersenyum dan menjawab seadanya, dia hanya bisa mencubit tangannya sendiri, untuk kembali tersadar, apakah mungkin saat ini dia hanya sedang berkhayal? Atau mungkin juga memang kenyataannya begitu. “Ah, baiklah ... biarkan saya yang pagi ini masak untuk sarapan kita, bagaimana? Kalian ngobrol saja berdua, Anne ke dapur, ya.” “Anne, biar aku bantu. Aku juga bisa ....” “Anne

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN