Dinner

1532 Kata

  Doubt is a pain too lonely to know that faith is his twin brother (Khalil Gibran)               Aku menemani Laura datang ke rumah orang tuanya malam ini. Tanpa mengajak Dion. Minggu lalu Mama Fani meneleponku dan mengajak kami untuk makan malam di rumah mereka. Ada jeda dua hari sebelum jadwal penerbanganku berikutnya dan Laura bersedia untuk memenuhi ajakan makan malam itu. Jadi aku pikir tidak ada salahnya menemani dia untuk datang.             “Rafli dan Papa masih di kantor. Katanya ada lembur. Tidak apa-apa kan kalau cuma Mama dan Ranti saja?” Mama Fani menuntun kami menuju meja makan. Sudah terhidang berbagai makanan di sana.             “Tidak apa-apa, Ma,” sahutku sambik tersenyum basa-basi. Sebenarnya aku juga tidak berharap melihat Rafli malam ini. Emosiku mungkin saja ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN