galau tingkat dewa

577 Kata
keesokan harinya Rian sedikit heran dan bingung,dalam hatinya dia berkata kata, "mungkin ini yang dinamakan jodoh"ujar Rian berbicara sendiri tanpa di sadari Roki mendengar, "jodoh apaan Yan?ujar Roki dengan kaget Rian menjawab" gpp Ki,bikin kaget aja"ujar Rian seperti biasa Roki langsung bergegas pergi ke warung itu lagi,dan dia tak melihat Aisyah di warung kopi lagi, dia langsung melihat ke taman kembali, ketika dia mulai sampai, seperti yang dipikirkan, Aisyah ada di sana, "assalamualaikum Aisyah"ujar Roki "waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatu"eh mas Roki "oh iya , bagaimana Aisyah soal pertanyaan saya kemarin? ujar Roki Aisyah sedikit kaget dan bingung, "sebelumnya maaf mas Roki,neng sudah di jodohkan dengan Abah,"ujar Aisyah Roki langsung syok dan tak tau mau ngapain "oh begitu ya,dengan orang mana? ujar Roki "soalnya itu saya tidak tau,setau neng dia orang jauh dari kota"ujar Aisyah "berarti kemarin Abah pergi ke kota itu untuk menjodohkan Aisyah"tanya Roki "iya betul"ujar Aisyah Roki langsung bergegas menemui Rian yang sedang membaca "Yan ...Yan ...Yan...ujar Roki "apaan sih Ki ?ujar Rian "jawab jujur,apa benar kamaren kamu pergi ke kota itu untuk menemui sahabatnya Abah dengan berminat menjodohkan Aisyah dengan sahabat Abah? ujar Roki dengan muka kecewa "iya betul,malah dia itu orangnya ganteng,Sholeh,kaya dan berpendidikan?ujar Rian sambil mengkompori Roki Roki langsung lemas dan penuh dengan rasa putus asa,saat apa yang dia mau bangun malah terulang kembali sakit yang dulu pernah dia rasakan, saat adzan berkumandang Rian langsung mengajak Roki untuk sholat ashar,dan dia malah menolak nya,dia lebih memilih untuk tidur, "Ki ,ayo sholat,"ujar Rian "males,kamu aja sana, percuma sholat juga Aisyah sudah di jodohkan"ujar Roki "astaghfirullah Ki,Ki, ibadah itu karena Allah bukan karena semata mata hanya ingin terlihat Sholeh"ujar Rian sambil pergi ke masjid Roki tetap diam dan tidur,tapi dalam hatinya ia gelisah dan tak tau mau berbuat apa, setelah dia berpikir,dia langsung pergi ke masjid dan pasrah,dia sudah tak menginginkan Aisyah lagi, saat tiba di masjid dan dia bergegas menuju tempat wudhu, disini lain dia melihat Aisyah sedang siap siap di tempat makmum,lalu Riko sudah tak memandang nya lagi, Aisyah malah senang dan tapi dia heran,kenapa dengan sikap Roki, mungkin dia pikir karena perjodohan nya,tapi dia masa bodo tak mau memikirkan nya, setelah Roki selesai berwudhu,tanpa sengaja Aisyah melihat lagi Roki yang sedang berjalan ke arah makmum, Aisyah pun mulai tak nyaman melihat sikap Roki yang tak seperti biasanya, mungkin karena dia mulai tertarik,tapi dia masih menahan diri, karena dia tau hal itu tidak baik, setelah selesai sholat untuk ketiga kalinya,Roki mengabaikan Aisyah,dia tak melirik sedikit pun ke arah Aisyah, Aisyah mulai merasa bersalah, setelah Roki sampai di kamar nya dia langsung bergegas merapikan pakaiannya dan langsung bersiap untuk pulang, Dengan membawa luka yang dulu pernah dia rasakan, "weeeessss buset dah rapi aja kamu Ki"ujar Rian "udah ga usah berisik ayo buruan beres beres kita pulang"ujar Roki dengan muka penuh dengan kecewa "hari kamu udah beres kan, tinggal tanda tangan orang tua mu saja" "iya sih,tapi kamu beneran sekarang Ki?ga besok aja gtu? ujar Rian "ga ada waktu,saya mau edit video dan perlu upload,stok video saya mulai hampir habis,lagian disini sinyal susah"ujar Roki dengan muka ketus "oh gitu,oke deh kita pulang "ujar Rian setelah mereka selesai beres beres Rian langsung bertemu Abah untuk pamit pulang, dan Aisyah pun ada disitu, sedang membicarakan soal perjodohannya, tanpa di sadari Roki mendengar sedikit tentang pria yang mau dijodohkan nya, "assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu,bah,kita pamit pulang dulu ya"ujar Rian "waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatu,oh Rian dan nak Roki,oh iya Yan , makasih soal kemaren ya Yan"ujar Abah "iya bah,sama sama"ujar Rian
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN