“Wah, dokter Cecily!” Rangga menyambut Cecily dengan girang. Cecily baru saja keluar dari ruang praktik ketika dia disambut oleh Rangga. Rangga adalah mantan pacar terakhir Cecily. Dengan tak tahu malu lelaki itu merentangkan tangannya lebar-lebar membentuk gestur seperti akan memeluk Cecily. Tindakan tersebut jelas menjadi tontonan sejumlah orang. “Bisa jaga sikap enggak?” Cecily menyindir dengan risih. Perempuan itu celingukan demi memastikan orang-orang sudah mengalihkan perhatian mereka. “Kita udah putus ya. Please lo jangan drama, deh.” “Aku belum merasa kita udah putus. Yang memutuskan itu kamu.” “Lo udah enggak waras ya?” Tanpa sadar Cecily menaikan nada bicaranya. “Ikut gue!” Secara terpaksa Cecily menarik tangan Rangga menuju tempat yang lebih sepi. Sebetulnya Cecily sudah

