“Kayaknya aku hamil.” Gyanetta keluar dari toilet dengan ekspresi cemas, sedangkan Sentrala yang masih merebahkan tubuhnya di atas kasur tampak sama sekali tak terpengaruh oleh ucapan sang kekasih. Hari Minggu ini Gyanetta sengaja mengunjungi apartemen Sentrala. Mereka punya janji untuk keluar dan menonton pada pukul 3 sore, tetapi Gyanetta sudah datang sejak pukul 10 pagi. “Apa yang mendasari dugaan tersebut?” tanya Sentrala mulai memainkan perannya sebagai pengacara profesional. “Aku udah enggak haid sebulan.” “Hanya sebulan?” “Hanya kamu bilang?” Gyanetta menodong Sentrala dengan pertanyaan bernada tajam. “Bagi seorang perempuan yang rutin menstruasi setiap bulan ketika dihadapkan pada situasi telat haid … itu menjadi alarm! Bahkan ancaman sehubung aku dan kamu belum menikah.” Se

