Kanadia Agraf mengeratkan kedua lengan yang melingkari tubuhnya. Ia menggigil kedinginan padahal sudah jelas-jelas bahwa ia sudah terbalut jaket tebal. Bodohnya, mereka berempat tidak mengantisipasi bahwa di Omah Kayu— nama tempatnya, yang ternyata letaknya bukan di Kota Batu, melainkan Pujon, Malang, adalah daerah yang sangat-sangat dingin. Seharusnya, mereka kesana memakai sarung tangan dan kaos kaki, juga topi sebagai penutup kepala dan syal seperti Juli. Tapi kaki jenjang Kana saja hanya terbalut celana jeans. Seperti yang lainnya. “Suhu disini berapa, dah? Sumpah dingin banget, anying.” keluh Gama membuat ketiganya yang sama-sama sedang kedinginan namun berusaha tetap menikmati pemandangan serempak menoleh. Kana mengeluarkan tangannya dari saku, merogoh ponsel di tas selempang yang

