Adrian pun melangkahkan kakinya menuju taman di samping rumah sakit, ia duduk dan menundukkan kepalanya. Ia sangat-sangat pusing sekarang, ia merasa bersalah pada Ayahnya, tetapi ia tidak bisa meninggalkan Kayla sekarang. "Kau tidak apa-apa?" tanya seseorang sembari menepuk bahu Ad. Adrian pun menengok ke arah sumber suara. Siapa? "Boleh aku duduk di sini?" tanya wanita itu. Adrian pun mengangguk menyetujui. "Kau ada masalah?" tanyanya lagi. Adrian pun mengangguk untuk jawaban. "Kau bisa menceritakannya jika kau mau, kalau tidak pun tidak apa-apa," ucapnya. Adrian pun menatap wanita dengan rambut hitam sebahu itu. Ia menatapnya dengan pandangan datar. "Perkenalkan, namaku Yuliana, maaf jika kedatanganku mengganggumu. Kulihat kau memiliki masalah, aku bisa mendengarkan mas

