Hendrawan keluar dari ruangan Kay dengan mata yang merah karena menangis. Salahkah jika dirinya menangis? Salahkah jika seorang ayah menangis karena purtinya sedang tidak baik-baik saja? Salahkah? "Bapak tidak apa-apa?" tanya Adrian saat melihat Hendrawan keluar dari ruangan UGD. Hendrawan pun hanya mengangguk dan pergi dari hadapan Adrian. Edgar yang disamping Adrian pun menepuk bahu Adrian, "Kau harus sabar." Adrian pun membuang napasnya kasar. Masalah apalagi yang akan ia lalui kedepannya. Kayla pun dipindahkan ke ruangan VIP, di sana ada Adrian yang selalu menemani Kayla setiap saat, karena Edgar sedang keluar dan dan ayah Kayla entah ada di mana. Adrian pun menatap wajah pucat Kayla ia membelai rambut hitam Kayla. "Sayang, banyak orang yang menunggumu untuk bangun, bangun

