Satu jam perjalanan pun berlalu, kini kalau memasuki ruang UGD dan sedang ditangani oleh dokter. Adrian dan edgar pun duduk di kursi yang ada di luar ruangan tubidy sembari terus memanjatkan doa untuk Kalya. Pikiran mereka hanya untuk kayla mereka tidak memikirkan Nesya untuk saat ini, mereka hanya ingin kayla membuka matanya dan melihat mereka. Ad dan Edgar tidak tidur malam ini dan tetap terjaga menemani Kay. Ad pun sibuk kesana-kemari sambil menelepon. Edgar membentur-benturkan kepalanya ke tembok karena ia merasa bahwa dirinyalah yang salah disini. kenapa ia tidak mengawasi Kay, kenapa ia lalai akan Kay. Ayah Kay yang telah sampai di rumah sakit satu jam yang lalu pun masih terjaga, bersama anak pertamanya, Abbi. Hendarawan memijat pelipisnya, sekarang Kay telah dipindahka

