21

835 Kata

"Jika sampai Ayah mengetahui ini semua, kau tidak akan bisa lagi menemui Kay. Kau akan disibukan dengan padatnya Kota Jakarta dan dengan berkas-berkas yang menumpuk di meja kerjamu. Sekarang terserah kau mau mendengarkan kataku atau tidak, Aku lelah," ucap agar kemudian menaruh piring buah di meja dan pergi meninggalkan Adrian.  "Kay Apakah benar yang dikatakan oleh Edgar? Jika aku tidak pergi bekerja dan menyelesaikan semua pekerjaanku, Aku tidak akan bertemu denganmu lagi?" lirih Adrian. "Jika iya, maka aku akan setiap hari bekerja demi boleh bertemu denganmu lagi. Jika Edgar bohong maka aku akan membencinya seumur hidupku." "Kay kapan aku bisa menemuimu? Melihatmu tersenyum, melihatmu tertawa, bahkan melihatmu marah karenaku," ucapnya berangan-angan sembari menatap keluar jendela. 

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN