23 "Kamu menyerah, Akasia?" tanya Angkasa bergetar. "Aku menyerah, Mas." Akasia menjawab lirih. "Di saat aku memberimu kesempatan untuk hadir dan datang kembali dalam hidupku?" Akasia mengangguk lemah. "Sudah, Mas. Akasia jelas tidak mau datang lagi dalam hidupmu. Jangan dipaksa." Sabrina maju, senyum sinis nya menyembul makin lebar ke arah Akasia. "Aku ingin memastikan sekali lagi, Sabrina." Sabrina tertawa kecut. "Dia yang bernoda dan tidak jujur padamu sebelum kalian menikah, mengapa pula kamu yang harus mengemis cintanya, Mas?" "Diam kamu, Sabrina!" Angkasa membentak. Sabrina mendelik ke arah Akasia. "Perempuan kotor dan jalang, sampai kapan kau menjadi duri dalam hidupku? Dulu kau membuat Papa berpaling dariku, sekarang kau pun membuat calon suamiku ragu dan berpikir kemba

