28 Angkasa merasa sudut matanya menghangat. Langkahnya terasa berat untuk meninggalkan tempat di mana Akasia berada. Nalurinya sebagai laki-laki muncul secara alamiah untuk mempertahankan wanita yang masih dicintainya. Tapi Apa pantas dia kembali ke hadapan Akasia dan mempertahankan perempuan itu dari sosok pria lain selain dirinya? Setelah bertahun-tahun apa yang telah dia lakukan untuk Akasia hanyalah memberinya luka dan penderitaan? Apa layak dirinya melindungi Akasia sementara hanya untuk mengakui kesalahan di masa lalunya saja dirinya merasa kalah dan tak mampu? Pecundang akan tetap menjadi pecundang. Kembali atau tidak kembali ke hadapan Akasia, Angkasa sudah merasa kalah dari seorang Danial. Meski angkasa tahu siapa sosok Danial sesungguhnya, tapi suara dan sorot mata itu meny

