34 "Mas, sarapan dulu." Suara Akasia membelah pagi yang masih dingin. Harum masakan yang dimasaknya menguar mengundang selera di meja makan. Nasi goreng kecap dengan taburan sayuran dan ayam suwir serta kerupuk emping sungguh padanan yang pas dan nikmat. Wanita dengan perut yang semakin berisi itu tersenyum ke arah pria di hadapannya. Matanya bening, pipinya berisi dengan senyumnya yang manis mempesona. Danial yang diminta sarapan juga tersenyum, mendekat dan memeluk pinggang istrinya. Dengan lembut mengusap peluh di kening Akasia. "Makasih, Sayang." "Iya, Mas. Aku ambilkan, ya?" tawar Akasia dengan cekatan mengambil gelas dan menuang air hangat dalamnya. "Sayang, sarapanlah. Kerjaan di bengkel lagi banyak," pinta Akasia menoleh ke arah suaminya yang dijawab dengan anggukan yakin.

