35 "Bolehkah?" Angkasa menatap ke arah Akasia yang salah tingkah. Sungguh hati pria itu berdesir luar biasa menatap penampakan perut Akasia yang membuncit. Akasia sedang hamil, itu artinya ada seseorang yang mampu menerimanya setulus hati. Ada seseorang yang sekarang menjadi Imam untuk Akasia. Siapakah pria beruntung itu? Yang jelas bukan dirinya. Pria pengecut yang lebih memuja harga diri dan tidak berani mengakui segala kesalahannya dengan jantan dan memilih menyembunyikan kebenaran itu sekian lama, membiarkan Akasia hidup dalam kesedihan dan keraguan. Angkasa tersenyum pahit. Ingin memaki diri yang tak mampu menjadi pria sejati dan hanya jadi ba jingan pengecut. Jika pria lain sanggup menerima keadaan Akasia apapun adanya, mengapa dirinya tidak kala itu? Mengapa memilih tuli dan

