Bian pun tak kalah terkejut mendengar teriakan Ira. “Sstt! Kamu jangan heboh gitu, dong! Aku gak ngapa-ngapain, cuma berusaha menghangatkan saja,” jelas Bian. Namun kemudian ia sadar ada yang salah dari kata-katanya. Ira terbelalak saat mendengar kata ‘menghangatkan’. “Apa kamu bilang?” tanyanya dengan nada tinggi. Bian pun panik karena Ira salah paham. Ia tidak ingin dianggap berbuat yang tidak-tidak oleh Ira. “Eh, tenang dulu! Maksud aku itu semalam kita hampir mati kedinginan. Jadi harus berpelukan supaya tetap hangat. Tapi selebihnya tidak ada hal lain yang aku lakukan. Percayalah!” ucap Bian, gugup. Memang kondisi seperti itu cukup sulit dijelaskan. Apalagi mereka sama-sama gadis dan perjaka. Sehingga sangat aneh ketika tidur dalam posisi berpelukan. “Apa tidak ada cara lain?” ta

