"Waduh, gimana ini?" tanya Ira. Ini kali pertama Ira menghadapi situasi seperti itu. Sehingga ia cukup panik dan ketakutan. "Ayo kabur!" ajak Lica. Ia langsung menarik tangan Ira dan Bian. Akhirnya Ira dan Bian refleks mengikuti Lica. Mereka sadar tidak mungkin menghadapi orang yang membawa parang hanya dengan tangan kosong. Apalagi orang tersebut sedang marah. "Ke sini!" ajak Lica. Ia ingin membawa Bian ke markasnya melalui jalan pintas. Sebagai pribumi, Lica sudah hafal betul wilayah tersebut. Bian menoleh ke belakang. Orang itu pun semakin dekat. "Ikuti aku!" ajak Bian. Bukan pengecut. Jika hanya sendiri, mungkin bisa saja Bian nekat. Namun saat ini ada Ira. Ia khawatir Ira akan terluka oleh orang tersebut. Ia mengajak Ira dan Lica untuk bersembunyi ke tempat rahasianya. Tempat i

