Bian tersenyum mendengar pertanyaan Ira. Ia senang karena Ira cemburu. “Iyalah, emang mau lewat mana lagi?” sahut Bian. “Lagian ngapain sih tiap lari lewat situ terus? Emang gak ada rute lain, apa?” keluh Ira. Ia sebal karena mereka selalu melewati rumah dokter. Artinya mereka selalu bertemu dengan dokter yang tinggal di sana. “Ya terus mau lewat mana, Sayang? Lewat hutan? Jadi tracking dong bukan joging,” canda Bian. Ia sangat bangga dicemburui oleh Ira. “Kamu nih nyebelin banget. Bukan nenangin aku malah sengaja bikin aku kesel,” ucap Ira, ketus. “Hehehe, gimana? Padahal aku cuma lewat aja kamu udah kesel. Apalagi aku, kamu makan berdua dan teleponku diputus begitu aja,” skak Bian. Ira langsung terdiam. Ia jadi tidak enak hati karena apa yang ia lakukan lebih kejam dari pada Bian.

