Saat Ira menoleh, Bian terdiam. Mulutnya sedikit terbuka, tetapi ia yang hendak mengatakan sesuatu itu begitu sulit mengucapkannya. ‘Astaga, kenapa sulit sekali? Lidahku terasa kelu,’ batin Bian. Ia merasa seperti orang bodoh. Sebab dirinya tak mampu mengatakan cinta pada Ira. Mulutnya hanya bergerak-gerak tanpa bisa mengeluarkan suara. Ira mengangkat kedua alisnya. “Apa?” tanyanya lagi. Ia bingung karena Bian seperti orang gagap. Hal itu pun membuat Ira takut. Ia khawtair Bian diganggu oleh makhluk halus yang ada di sana. Ira menoleh ke sekitar, khawatir Bian melihat sesuatu. Namun ia tak melihat apa pun yang menakutkan di sana. "Kenapa sih, Bi?" tanya Ira, panik. Bian sudah tidak sanggup menahannya lagi. Jantungnya terasa hampir meledak karena debarannya begitu kencang. Mengatakannya

